Di ujung pisau pena tumpul
Menari terangkai sinopsis di kertas masa
Ada senyum menyendir kita
Ada derita mengajari memetik makna
Ada tanya tentang kehidupan
Ada Tanya tentang zaman
Idealnya pemikiran sepertia apa
Idealnya seniman
Merangkai keindahan penderiataan kesenangan
Seperti instant apa
Rekradasi budaya hadir di mata kita
Seakan tak ada kehadiran
Hasil cipta, rasa, dan karsa
Simpati sekarang berorentasi pada keunggulan apa
Bila intelek tercermin produk dusta dalam bahasa
Empati sekarang mengedepankan nilai apa
Apabila moral dalam normatif hidup
Tidak pernah di lestarikan
Dalam mental pribadi berbudaya
Sadarlah kita tidak hidup di alam binatang
Yang hanya komersil
Demi nafsu karier dan propesi
Setiap nafas punya harga diri
Tapi uang bukan mutlak jaminan kehidupan
Spirit mental sosial adalah tunas kemanusiaan
Mencipta rasa nyaman dan aman
Menuju kesejahteraan milik kita
Jangan pernah mengukur kehendak
Pada masyarakat yang tersampahkan pengetahuan
Memang homogen asas pancasila kita
Tapi bukan untuk wajah seni dan budaya
Untuk membalik mata heterogen zaman modern
Masih ingtkah kita
Tahun 70an bangsa ini bertikai
Demi hidup rukun dalam perbedaan agama
Kenapa sekarang
Hanya demi kepentingan
Porforment seni, karier dan profesi
Hingga angkuh merubah kaligrafi budaya
Kami tak rela
Walau suara kami hanya terdengar
Dalam ceceran air mata pensil
Bila dinamisnya seni
Hanya hadir
Sebagai wahana komersialisasi
Dalam dekorasi artistik seni
Sebab semua ini
Meracuni simpati dan empati
Nilai uang menjadi substansi
Tapi ini bukan untuk pembanggunan
Bahkan membangun kebersamaan
Justru kehidupan personal dan individual
Melahirkan budaya kehidupan
Demi kpentingan kapitalisme
Manusia bermodal
Menjadi raja meraih kemenangan
Post a Comment
Want your image to show up? Get a gravatar, it's easy.
One Comment
SUARA PENSIL
oleh : Hozaini
Di ujung pisau pena tumpul
Menari terangkai sinopsis di kertas masa
Ada senyum menyendir kita
Ada derita mengajari memetik makna
Ada tanya tentang kehidupan
Ada Tanya tentang zaman
Idealnya pemikiran sepertia apa
Idealnya seniman
Merangkai keindahan penderiataan kesenangan
Seperti instant apa
Rekradasi budaya hadir di mata kita
Seakan tak ada kehadiran
Hasil cipta, rasa, dan karsa
Simpati sekarang berorentasi pada keunggulan apa
Bila intelek tercermin produk dusta dalam bahasa
Empati sekarang mengedepankan nilai apa
Apabila moral dalam normatif hidup
Tidak pernah di lestarikan
Dalam mental pribadi berbudaya
Sadarlah kita tidak hidup di alam binatang
Yang hanya komersil
Demi nafsu karier dan propesi
Setiap nafas punya harga diri
Tapi uang bukan mutlak jaminan kehidupan
Spirit mental sosial adalah tunas kemanusiaan
Mencipta rasa nyaman dan aman
Menuju kesejahteraan milik kita
Jangan pernah mengukur kehendak
Pada masyarakat yang tersampahkan pengetahuan
Memang homogen asas pancasila kita
Tapi bukan untuk wajah seni dan budaya
Untuk membalik mata heterogen zaman modern
Masih ingtkah kita
Tahun 70an bangsa ini bertikai
Demi hidup rukun dalam perbedaan agama
Kenapa sekarang
Hanya demi kepentingan
Porforment seni, karier dan profesi
Hingga angkuh merubah kaligrafi budaya
Kami tak rela
Walau suara kami hanya terdengar
Dalam ceceran air mata pensil
Bila dinamisnya seni
Hanya hadir
Sebagai wahana komersialisasi
Dalam dekorasi artistik seni
Sebab semua ini
Meracuni simpati dan empati
Nilai uang menjadi substansi
Tapi ini bukan untuk pembanggunan
Bahkan membangun kebersamaan
Justru kehidupan personal dan individual
Melahirkan budaya kehidupan
Demi kpentingan kapitalisme
Manusia bermodal
Menjadi raja meraih kemenangan